Minggu, 08 Desember 2019

Artikel Ilmiah Populer


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Di lingkungan perguruan tinggi, kita sudah terbiasa mendengar istilah karya ilmiah. Karya ilmiah yang dalam bahasa Inggris disebut scientific paper adalah tulisan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan seperti laporan penelitian, makalah, dan skripsi/tesis/disertasi.
Namun, saya ingin membahas satu karya ilmiah yang masih jarang dimanfaatkan oleh para mahasiswa dan akademisi guna mempublikasikan gagasan mereka. Itulah tulisan ilmiah populer (pupular scientific writing) . Suatu tulisan ilmiah populer merupakan integrasi tiga aspek yang disebut triadTriad  terdiri atas ilmu, media masa, dan daya tarik kemanusiaan.

B.     Rumusan Masalah
1.   Apakah yang dimaksud dengan Artikel Ilmiah Populer?
2.   Apa saja karakteristik penulisan Artikel Ilmiah Populer?
3.   Bagaimana struktur penulisan Artikel Ilmiah Populer?
4.   Bagaimana tahap-tahap menulis Artikel Ilmiah Populer?
5.   Bagaimana sistematika Artikel Ilmiah Populer?

C.     Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam  makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian Artikel Ilmiah Populer.
2.      Untuk mengetahui apa saja karakteristik penulisan Artikel Ilmiah Populer.
3.      Untuk mengetahui struktur penulisan Artikel Ilmiah Populer.
4.      Untuk mengetahui menulis Artikel Ilmiah Populer.
5.      Untuk mengetahui sistematika Artikel Ilmiah Populer.





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Artikel Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam. Menurut Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan bahwa karya ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain daripada dengan jalan menulis gagasan, pendapat, dan pernyataannya sendiri.
Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal kehidupan sehari-hari. Secara bahasa, artikel ilmiah populer adalah tulisan berisi pendapat subjektif penulis tentang suatu masalah atau peristiwa berdasarkan kajian, analisis, penelitian, dan memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan yang disajikan dalam bahasa populer sehingga mudah dipahami masyarakat luas.

B.     karakteristik dari artikel ilmiah popular
Beberapa karakteristik artikel ilmiah popular adalah sebagai berikut:
1.   Judul karangan ilmiah harus informatif, mudah ditangkap maksudnya dan dengan cepat menimbulkan imajinasi pada pembacanya;
2.   Disajikan secara objektif dan mendalam, juga referensial, deskriptif, dan argumetatif;
3.   Disajikan dengan bahasa populer, yaitu bahasa yang akrab (komunikatif), menyenangkan, menarik, dan mudah dipahami olehrakyat (populus). Meskipun demikian, bahasa tersebut harus tetap menggunakan istilah-istilah yang tepat, tidak ceroboh, tidak urakan;
4.   Tidak memancing pernyataan-pernyataan yang bernada meragukan;
5.   Penyajian fakta objektif sering disertai oleh penyajian sejarah kerja ilmuwan penemunya atau deskripsi fakta proses pengamatan secara sederhana;
6.   Penjelasan tentang suatu masalah didramatisasikan melalui suatu cerita;metode penjelasan biasanya tidak langsung, terutama dalam karangan yang bukan tentang pengetahuan alam;
7.      Penulis senantiasa berusaha dengan sentuhan bahasanya agar pembaca seolah-olah melihat, merasa, atau mengalami sendiri situasi yang ditulis oleh penulis.





C.     Struktur penulisan Artikel Ilmiah Populer
Judul dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Judul artikel yang baik bersifat ringkas, informatif dan deskriptif, terdiri dari sejumlah kata yang seminimal mungkin, tepat menggambarkan isi tulisan yang mengandung konsep atau hubungan antar konsep; tepat dalam memilih dan menentukan urutan kata. Judul disusun tidak terlalu spesifik. Penggunaan singkatan atau formula kimia sebaiknya dihindari. Judul ditulis dengan huruf besar (kapital), istilah bahasa asing ditulis dengan huruf miring (italic).
1.      By Line - nama penulis
      Nama diri penulis ditulis tanpa mencantumkan gelar dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya harus tetap/konsisten, hal ini penting untuk pengindeksan nama pengarang. Keterangan tentang program yang ditempuh, alamat penulis dan/atau e-mail yang dicantumkan harus jelas, dan diletakkan pada catatan kaki (foot note) di halaman judul dengan ukuran huruf (font) yang lebih kecil dari ukuran huruf pada isi teks.
2.   Intro - pendahuluan (lead).
        Menguraikan tentang latar belakang maslah rumusan masalah, tujuan dan manfaat. Dalam pendahuluan dikemukakan suatu permasalahan/konsep/hasil penelitian sebelumnya secara jelas dan ringkas sebagai dasar dilakukannya penelitian yang akan ditulis sebagai artikel ilmiah. Pustaka yang dirujuk hanya yang benar-benar penting dan relevan dengan permasalahan untuk men”justifikasi” dilakukannya penelitian, atau untuk mendasari hipotesis. Pendahuluan juga harus menjelaskan mengapa topik penelitian dipilih dan dianggap penting, dan diakhiri dengan menyatakan tujuan penelitian tersebut.
3.      Bridging
Penghubung intro dengan isi tulisan, berupa identifikasi masalah atau pertanyaan.
4.      Body 
Isi tulisan atau uraian yang biasanya terdiri atas sub-subjudul.
Mengemukakan tentang gagasan atau ide penulis dalam upaya memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan pembelajaraan di sekolah atau madrasahnya. Pembahasan tersebut didukung oleh teori dan data yang relevan. Hasil penelitian dalam bentuk data merupakan bagian yang disajikan untuk menginformasikan hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan. Ilustrasi hasil penelitian dapat menggunakan grafik/tabel/gambar. Tabel dan grafik harus dapat dipahami dan diberi keterangan secukupnya. Hasil yang dikemukakan hanyalah temuan yang bermakna dan relevan dengan tujuan penelitian.
Temuan di luar dugaan yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian harus mendapat tempat untuk dibahas. Jika artikel melaporkan lebih dari satu eksperimen, maka tujuan setiap penelitian harus dinyatakan secara tegas dalam teks, dan hasilnya harus dikaitkan satu sama lain.
Dalam Pembahasan dikemukakan keterkaitan antar hasil penelitian dengan teori, perbandingan hasil penelitian dengan hasil penelitian lain yang sudah dipublikasikan. Pemnbahasan menjelaskan pula implikasi temuan yang diperoleh bagi ilmu pengetahuan dan pemanfaatannya.

5.      Closing – penutup
Biasanya berupa kesimpulan, ajakan berbuat sesuatu, atau pertanyaan tanpa jawaban. Simpulan merupakan penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran hendaknya didasari oleh hasil temuan penelitian, berimplikasi praktis, pengembangan teori baru (khusus untuk program doktor), dan atau penelitian lanjutan.

D.    Tahap- Tahap Menulis Artikel Ilmiah Populer
1.   Ide, Tema/Topik
Dalam memilih topik hendaknya memilih isu yang aktual, aktivitas sehari-hari dan topik berisi perkenalan ilmu atau temuan baru. Dalam tahap ini menentukan:
a.    Judul yang menarik,
b.   Menuliskan pembukaan yang berbeda dari yang lain
c.    Membuat isi tulisan yang menambah wawasan,
d.   Pengetahuan dan pedewasaan berfikir bagi masyarakat,
e.    Penentuan naskah artikel yang tidak terlalu panjang, disarankan 7.500 – 10.000 karakter.
Setiap pemilihan topik penulisan artikel selalu dilandasi oleh dua hal, yaitu ketertarikan dan keahlian. Karena ketika ingin menulis sesuatu tetapitidak memiliki kompetensi terkait dengan topik tersebut, maka akan cukup memakan waktu karena harus belajar terlebih dahulu. Jadi, sebaiknya  untuk menetapkan topik suatu tulisan dipilih yang paling menarik bagi anda sekaligus memiliki pemahaman yang cukup terhadap topik tersebut.
2.    Pengembangan Tema (Referensi, Observasi, Riset)
Tema yang sudah dibuat pada tahapan pertama dapat dikembangkan lagi dengan pola pikir/nalar yeng tentunya bukan dari hasil pemikiran “ngawur” tetapi harus berdasarkan pemahaman dari tema tersebut, disini penulis harus benar-benar menguasai apa yang akan dituliskan. Pengembangan tema juga bisa diambil dari sumber hasil penelitian, paper, skripsi, tesis, rujukan atas buku, pandangan pakar, dan literatur yang harus memadai yang bisa diolah dengan bahasa yang sederhana, singkat dan jelas dalam bentuk karya ilmiah populer agar tidak merugikan pembaca.
3.    Outlining/ Kerangka Karangan
        Kerangka Karangan merupakan rencana kerja yang memuat garis-garis besar atau susunan pokok pembicaraan sebuah tulisan. Dengan kerangka karangan ini, tidak akan tumpang tindih pada bagian-bagian tertentu dan penyimpangan-penyimpangan topik dapat dihindarkan. Kerangka tidak disusun sekali jadi, karena jika data berubah atau bertambah kerangkan pun akan berubah.
Sebenarnya kerangka dalam tulisan ilmiah populer disesuaikan dengan persyaratan atau kelaziman dari media masa yang akan mempublikasikan tulisan tersebut. Namun untuk memudahkan pemahaman bagi para penulis pemula, pada bagian ini dipaparkan bagaimana cara menulis ilmiah populer secara sederhana.
a.    Pendahuluan
Bagian ini menguraikan hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan terhadap permasalahan yang dibahas, misalnya menonjolkan hal-hal kontroversial atau belum tuntas dalam permbahasan permasalahan terkait dalam artikel-artikel atau naskah lain yang telah dipublikasikan.
b.    Inti atau Isi
Isi bagian ini sangat bervariasi, berisi kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan. Kupasan yang argumentatif, analitik, dan kritis serta sistematika yang runtut dan logis serta berciri komparatif dan menjauhi sifat tertutup dan instruktif. Isi bagian ini jangan terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti halnya diktat atau laporan.
c.    Penutup 
Penutup biasanya berisi tentang kesimpulan atau penegasan penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya atau menampilkan segala yang telah dibahas terdahulu secara ringkas.


4.    First Draft atau Penulisan naskah awal
Tahapan ini terdiri dari:
a)    Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar
b)   Pengembangan ide masih bersifat tentatif
c)    Konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasa, bukan pada aspek-aspek mekanik
5.    Editing
Tidak jarang tulisan  yang menarik dan bagus dari sisi ilmiah tidak dapat dimuat oleh redaksi. Pada gilirannya artikel menghendaki penggunaan bahasa ilmiah yang populer. Artinya yaitu secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus enak dibaca dan perlu. Karena itu proses pengeditan sengat membantu. Pengeditan akan semakin menyempurnakan bahasa yang digunakan. Yang layak dicatat pada tahap editing adalah jumlah halaman dari artikel yang ditulis. Untuk konsumsi surat kabar, maksimum halaman berkisar antara 7-10 halaman, dengan asumsi diketik 2spasi. Untuk konsumsi majala atau jurnal, lebih longgar, antara 15-40 halaman. Oleh karena itu menulis artikel umumnya diperlukan bahasa yang singkat, padat, dan berisi. Kajiannya jangan terlalu ilmiah dan juga dangkal.
Pada tahap ini yang dilakukan adalah:
a.       Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik tulisan
b.      Memperbaiki kebahasaan dan kesalahan pada aspek lain seperti huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosa kata dan format penulisannya.










E.     Sistematika Artikel Ilmiah Populer
Sistematika Penyajian
Kerangka isi atau sistematika penyajian dalam artikel ilmiah populer disesuaikan dengan persyaratan atau kelaziman (gaya selingkung) dari media massa yang akan mempublikasikan tulisan tersebut. Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah beberapa hal terkait dengan menulis artikel ilmiah populer secara sederhana.
Adapun cara penyajiannya meliputi; (1) Pendahuluan, (2) Inti atau Isi, dan (3) Penutup.
Pendahuluan
                  Pendahuluan menguraikan hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan terhadap permasalahan yang dibahas, misalnya menonjolkan hal-hal kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan terkait dalam artikel-artikel atau naskah lain yang telah dipublikasikan. Untuk bagian pendahuluan, setidaknya ada tujuh macam bentuk pendahuluan yang bisa digunakan. Salah satu dari ketujuh bentuk pendahuluan berikut ini dapat kita jadikan alternatif untuk mengawali penulisan artikel kita.
a.       Berbentuk ringkasan, mengemukakan pokok isi tulisan secara garis besar.
b.      Pernyataan yang menonjol, biasanya disebut juga sebagai "pendahuluan kejutan", diikuti kalimat kekaguman untuk membuat pembaca terpesona.
c.    Pelukisan, merupakan pendahuluan yang melukiskan suatu fakta, kejadian, atau hal untuk  menggugah pembaca karena mengajak mereka membayangkan bersama penulis apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel itu nantinya.
d.      Anekdot, pembukaan jenis ini sering menawan karena memberi selingan kepada nonfiksi, seolah-olah menjadi fiksi.
e.       Pertanyaan, pendahuluan ini merangsang keingintahuan sehingga dianggap sebagai pendahuluan yang bagus.
f.       Kutipan orang lain, pendahuluan berupa kutipan seseorang dapat langsung menyentuh rasa pembaca, sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti.
g.      Amanat langsung, pendahuluan berbentuk amanat langsung kepada pembaca sudah tentu akan lebih akrab karena seolah-olah tertuju kepada perorangan.
Inti atau Isi
Bagian inti atau isi disarankan dipecah-pecah menjadi beberapa bagian. Masing-masing dibatasi dengan subjudul-subjudul. Selain memberi kesempatan agar pembaca beristirahat sejenak, subjudul juga bertugas sebagai penyegar, pemberi semangat baca yang baru. Oleh karena itu, ada baiknya subjudul tidak ditulis secara kaku. Pada bagian ini, kita bisa membahas topik secara lebih mendalam. Uraikan persoalan yang perlu dibahas, bandingkan dengan persoalan lain bila diperlukan.
Isi bagian ini sangat bervariasi, berisi kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan. Kupasan yang argumentatif, analitik, dan kritis serta sistematika yang runtut dan logis serta berciri komparatif dan menjauhi sifat tertutup dan instruktif. Isi bagian ini jangan terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti halnya diktat atau laporan.
Penutup 
Penutup biasanya berisi tentang kesimpulan atau penegasan penulis atas masalah yang dibahas pada bagian sebelumnya atau menampilkan segala yang telah dibahas terdahulu secara ringkas. 
Ketika hendak mengakhiri tulisan, kita tidak harus secara tegas menuliskan subjudul berupa "Penutup" atau "Simpulan". Penutupan artikel bisa kita lakukan dengan menggunakan gaya berpamitan. Gaya pamit itu bisa ditandai dengan pemarkah seperti "demikian", "jadi", "maka", "akhirnya", dan bisa pula berupa pertanyaan yang menggugah pembaca.














BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
            Artikel adalah karya tulis seperti misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar, dsb. Ilmiah bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Populer dikenal dan disukai orang banyak (umum) sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya mudah dipahami orang banyak disukai orang banyak. Dalam pembuatan karya ilmiah populer mencakup beberapa komponen, seperti : Karakteristik Penulisan, Struktur Tulisan, Tahapan Menulis, dan Sistematika penulisan.
      Jadi Karya Ilmiah Populer adalah karya tulis yang bersifat keilmuan dan dikenal serta disukai orang banyak (umum) sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya mudah dipahami orang banyak, disukai  orang banyak. Tujuan dari penbuatan karya ilmiah populer adalah memberikan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh penemuannya atau sekelompok orang, tetapi dapat dimanfaatkan oleh umat manusia, baik manusia kini maupun manusia yang akan datang.  













DAFTAR PUSTAKA
      Romelta. 2012. Teknik Menulis Artikel Ilmiah Populer .https://romeltea.com/teknik-menulis-artikel-ilmiah-populer/ (Diakses 1 Desember 2019)
      Ramdani, Sa’dan N. 2014. Perbedaan Karya Ilmiah, Karya Ilmiah Populer, Karya Non Ilmiah.  http://sa-dan.blogspot.com/2014/04/perbedaan-karya-ilmiah-karya-ilmiah.html (Diakses 1 Desember 2019)
      Lengkong, Felix. Tulisan Ilmiah Populer: Ilmu, Media Massa, dan Daya Tarik Kemanusiaan.https://atmajaya.ac.id/web/KontenUnit.aspx?gid=artikel-hki&ou=hki&cid=artikel-hki-tulisan-ilmiah-populer (Diakses 1 Desember 2019)



Karya Ilmiah


POTENSI INDONESIA SEBAGAI PENGHASIL SAMPAH PLASTIK TERBESAR KEDUA DENGAN MENGUBAHNYA MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK

Disusun Oleh:
     1. Kristina Ayu
2. Nur Dessy
       3. Rita Ria Messy
           4. Willyan Yusnanda
                                                                                    




 



Kata Pengantar

 
   Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Karya Ilmiah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Potensi Indonesia Sebagai Penghasil Sampah Plastik Terbesar Kedua Dengan Mengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak”
     Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik .Semoga hal ini menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.











Daftar Isi


                                                                  
BAB II....................................................................................................................................... 2
BAB III..................................................................................................................................... 2
















BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
     Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, sampah plastik sangat berbahaya karena dapat mencemari lingkungan  Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut.
Sekilas hal ini membuat kita berfikir negatif tentang apa yang menjadi fakta tersebut, namun dibalik kenyataan kita dapat mengambil keuntungan melalui cara yang kreatif dalam menanggulangi masalah sampah ini.
     Tetapi dengan seiringnya perkembangan zaman sampah plastik kini dapat diubah menjadi bahan bakar minyak (BBM).  Bahan baku yang dipakai yakni plastik jenis HDPE, LDPE, PP dan PS. Merupakan jenis plastik yang jarang didaur ulang, dan sering langsung dibakar begitu saja. Jika dimanfaatkan menjadi barang lain, suatu saat akan kembali menjadi sampah. Tetapi jika menjadi bahan bakar minyak maka sampah plastiknya sudah hilang menjadi BBM.
B. Rumusan Masalah
1.Dampak sampah bagi lingkugan 
2.Bagaimana cara mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak.
C.Tujuan Penelitian
1.Untuk mengetahui manfaat sampah.   
2.Mengetahui cara memanfaatkan sampah untuk diolah menjadi bahan bakar


BAB II

Cara Mengolahnya

     Plastik yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam sebuah tabung vakum. Pemanasan ini akan menghasilkan uap-uap yang kemudian disuling sehingga menghasilkan tetesan minyak murni.Sisa pembakaran yang dihasilkan berupa arang yang mudah terurai secara organik.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

     Sampah memang merupakan masalah yang tak kunjung selesai namun sampah plastik tetap memiliki fungsi jika dimanfaatkan dengan bain dan benar.

Daftar Pustaka

Sumartomjon, Markus 2019 Potensi Menggiurkan dari Sampah Plastik https://peluangusaha.kontan.co.id/news/potensi-menggiurkan-dari-sampah-plastik-bagian-3   ( 21 November 2019 )

MAKALAH SISTEM POLITIK INDONESIA

“MAKALAH SISTEM POLITIK INDONESIA” BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem politik Indonesia tidak bisa dipisahkan da...