BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Di lingkungan
perguruan tinggi, kita sudah terbiasa mendengar istilah karya ilmiah. Karya
ilmiah yang dalam bahasa Inggris disebut scientific
paper adalah tulisan yang memaparkan hasil penelitian atau
pengkajian dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan seperti laporan
penelitian, makalah, dan skripsi/tesis/disertasi.
Namun, saya
ingin membahas satu karya ilmiah yang masih jarang dimanfaatkan oleh para
mahasiswa dan akademisi guna mempublikasikan gagasan mereka. Itulah tulisan
ilmiah populer (pupular scientific writing)
. Suatu tulisan ilmiah populer merupakan integrasi tiga aspek yang
disebut triad. Triad terdiri atas ilmu, media
masa, dan daya tarik kemanusiaan.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah
yang dimaksud dengan Artikel Ilmiah Populer?
2.
Apa
saja karakteristik penulisan Artikel Ilmiah Populer?
3.
Bagaimana
struktur penulisan Artikel Ilmiah Populer?
4.
Bagaimana
tahap-tahap menulis Artikel Ilmiah Populer?
5.
Bagaimana
sistematika Artikel Ilmiah Populer?
C.
Tujuan
Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan
dalam makalah ini adalah:
1.
Untuk
mengetahui pengertian Artikel Ilmiah Populer.
2.
Untuk
mengetahui apa saja karakteristik penulisan Artikel Ilmiah Populer.
3.
Untuk
mengetahui struktur penulisan Artikel Ilmiah Populer.
4.
Untuk
mengetahui menulis Artikel Ilmiah Populer.
5.
Untuk
mengetahui sistematika Artikel Ilmiah Populer.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Artikel Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang
bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan
dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam. Menurut
Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan bahwa karya ilmiah populer
lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain daripada dengan
jalan menulis gagasan, pendapat, dan pernyataannya sendiri.
Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang
berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang
sederhana mengenai hal-hal kehidupan sehari-hari. Secara
bahasa, artikel ilmiah populer adalah tulisan berisi pendapat subjektif
penulis tentang suatu masalah atau peristiwa berdasarkan kajian, analisis,
penelitian, dan memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan yang disajikan
dalam bahasa populer sehingga mudah dipahami masyarakat luas.
B.
karakteristik dari
artikel ilmiah popular
Beberapa karakteristik artikel ilmiah popular adalah sebagai
berikut:
1.
Judul
karangan ilmiah harus informatif, mudah ditangkap maksudnya dan dengan cepat
menimbulkan imajinasi pada pembacanya;
2.
Disajikan
secara objektif dan mendalam, juga referensial, deskriptif, dan argumetatif;
3.
Disajikan
dengan bahasa populer, yaitu bahasa yang akrab (komunikatif), menyenangkan,
menarik, dan mudah dipahami olehrakyat (populus). Meskipun demikian, bahasa
tersebut harus tetap menggunakan istilah-istilah yang tepat, tidak ceroboh,
tidak urakan;
4.
Tidak
memancing pernyataan-pernyataan yang bernada meragukan;
5.
Penyajian
fakta objektif sering disertai oleh penyajian sejarah kerja ilmuwan penemunya
atau deskripsi fakta proses pengamatan secara sederhana;
6.
Penjelasan
tentang suatu masalah didramatisasikan melalui suatu cerita;metode penjelasan
biasanya tidak langsung, terutama dalam karangan yang bukan tentang pengetahuan
alam;
7.
Penulis
senantiasa berusaha dengan sentuhan bahasanya agar pembaca seolah-olah melihat,
merasa, atau mengalami sendiri situasi yang ditulis oleh penulis.
C. Struktur penulisan Artikel Ilmiah
Populer
Judul
dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Judul artikel yang baik
bersifat ringkas, informatif dan deskriptif, terdiri dari sejumlah kata yang
seminimal mungkin, tepat menggambarkan isi tulisan yang mengandung konsep atau
hubungan antar konsep; tepat dalam memilih dan menentukan urutan kata. Judul
disusun tidak terlalu spesifik. Penggunaan singkatan atau formula kimia
sebaiknya dihindari. Judul ditulis dengan huruf besar (kapital), istilah bahasa
asing ditulis dengan huruf miring (italic).
1. By
Line - nama penulis
Nama diri penulis ditulis tanpa
mencantumkan gelar dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya
harus tetap/konsisten, hal ini penting untuk pengindeksan nama pengarang.
Keterangan tentang program yang ditempuh, alamat penulis dan/atau e-mail yang
dicantumkan harus jelas, dan diletakkan pada catatan kaki (foot note) di halaman
judul dengan ukuran huruf (font) yang lebih kecil dari ukuran huruf pada isi
teks.
2.
Intro - pendahuluan (lead).
Menguraikan
tentang latar belakang maslah rumusan masalah, tujuan dan manfaat. Dalam
pendahuluan dikemukakan suatu permasalahan/konsep/hasil penelitian sebelumnya
secara jelas dan ringkas sebagai dasar dilakukannya penelitian yang akan
ditulis sebagai artikel ilmiah. Pustaka yang dirujuk hanya yang benar-benar
penting dan relevan dengan permasalahan untuk men”justifikasi” dilakukannya
penelitian, atau untuk mendasari hipotesis. Pendahuluan juga harus menjelaskan
mengapa topik penelitian dipilih dan dianggap penting, dan diakhiri dengan
menyatakan tujuan penelitian tersebut.
3. Bridging
Penghubung
intro dengan isi tulisan, berupa identifikasi masalah atau pertanyaan.
4. Body
Isi tulisan atau uraian yang
biasanya terdiri atas sub-subjudul.
Mengemukakan tentang gagasan atau
ide penulis dalam upaya memecahkan masalah yang berkaitan dengan bidang
pendidikan dan pembelajaraan di sekolah atau madrasahnya. Pembahasan tersebut
didukung oleh teori dan data yang relevan. Hasil penelitian dalam bentuk
data merupakan bagian yang disajikan untuk menginformasikan hasil temuan dari
penelitian yang telah dilakukan. Ilustrasi hasil penelitian dapat menggunakan
grafik/tabel/gambar. Tabel dan grafik harus dapat dipahami dan diberi
keterangan secukupnya. Hasil yang dikemukakan hanyalah temuan yang bermakna dan
relevan dengan tujuan penelitian.
Temuan di luar dugaan yang tidak
sesuai dengan tujuan penelitian harus mendapat tempat untuk dibahas. Jika
artikel melaporkan lebih dari satu eksperimen, maka tujuan setiap penelitian
harus dinyatakan secara tegas dalam teks, dan hasilnya harus dikaitkan satu
sama lain.
Dalam Pembahasan dikemukakan
keterkaitan antar hasil penelitian dengan teori, perbandingan hasil penelitian
dengan hasil penelitian lain yang sudah dipublikasikan. Pemnbahasan menjelaskan
pula implikasi temuan yang diperoleh bagi ilmu pengetahuan dan pemanfaatannya.
5. Closing –
penutup
Biasanya berupa kesimpulan, ajakan
berbuat sesuatu, atau pertanyaan tanpa jawaban. Simpulan merupakan
penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran hendaknya
didasari oleh hasil temuan penelitian, berimplikasi praktis, pengembangan teori
baru (khusus untuk program doktor), dan atau penelitian lanjutan.
D. Tahap-
Tahap Menulis Artikel Ilmiah Populer
1. Ide,
Tema/Topik
Dalam
memilih topik hendaknya memilih isu yang aktual, aktivitas sehari-hari dan
topik berisi perkenalan ilmu atau temuan baru. Dalam tahap ini menentukan:
a. Judul
yang menarik,
b. Menuliskan
pembukaan yang berbeda dari yang lain
c. Membuat
isi tulisan yang menambah wawasan,
d. Pengetahuan
dan pedewasaan berfikir bagi masyarakat,
e. Penentuan
naskah artikel yang tidak terlalu panjang, disarankan 7.500 – 10.000 karakter.
Setiap
pemilihan topik penulisan artikel selalu dilandasi oleh dua hal, yaitu
ketertarikan dan keahlian. Karena ketika ingin menulis sesuatu tetapitidak
memiliki kompetensi terkait dengan topik tersebut, maka akan cukup memakan waktu
karena harus belajar terlebih dahulu. Jadi, sebaiknya untuk menetapkan
topik suatu tulisan dipilih yang paling menarik bagi anda sekaligus memiliki
pemahaman yang cukup terhadap topik tersebut.
2. Pengembangan
Tema (Referensi, Observasi, Riset)
Tema
yang sudah dibuat pada tahapan pertama dapat dikembangkan lagi dengan pola
pikir/nalar yeng tentunya bukan dari hasil pemikiran “ngawur” tetapi harus
berdasarkan pemahaman dari tema tersebut, disini penulis harus benar-benar
menguasai apa yang akan dituliskan. Pengembangan tema juga bisa diambil dari
sumber hasil penelitian, paper, skripsi, tesis, rujukan atas buku, pandangan
pakar, dan literatur yang harus memadai yang bisa diolah dengan bahasa yang
sederhana, singkat dan jelas dalam bentuk karya ilmiah populer agar tidak
merugikan pembaca.
3. Outlining/
Kerangka Karangan
Kerangka Karangan merupakan rencana
kerja yang memuat garis-garis besar atau susunan pokok pembicaraan sebuah
tulisan. Dengan kerangka karangan ini, tidak akan tumpang tindih pada bagian-bagian
tertentu dan penyimpangan-penyimpangan topik dapat dihindarkan. Kerangka tidak
disusun sekali jadi, karena jika data berubah atau bertambah kerangkan pun akan
berubah.
Sebenarnya
kerangka dalam tulisan ilmiah populer disesuaikan dengan persyaratan atau
kelaziman dari media masa yang akan mempublikasikan tulisan tersebut. Namun
untuk memudahkan pemahaman bagi para penulis pemula, pada bagian ini dipaparkan
bagaimana cara menulis ilmiah populer secara sederhana.
a. Pendahuluan
Bagian
ini menguraikan hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan
terhadap permasalahan yang dibahas, misalnya menonjolkan hal-hal kontroversial
atau belum tuntas dalam permbahasan permasalahan terkait dalam artikel-artikel
atau naskah lain yang telah dipublikasikan.
b. Inti
atau Isi
Isi
bagian ini sangat bervariasi, berisi kupasan, analisis, argumentasi, komparasi,
keputusan, dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan.
Kupasan yang argumentatif, analitik, dan kritis serta sistematika yang runtut
dan logis serta berciri komparatif dan menjauhi sifat tertutup dan instruktif.
Isi bagian ini jangan terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti
halnya diktat atau laporan.
c. Penutup
Penutup
biasanya berisi tentang kesimpulan atau penegasan penulis atas masalah yang
dibahas pada bagian sebelumnya atau menampilkan segala yang telah dibahas
terdahulu secara ringkas.
4. First
Draft atau Penulisan naskah awal
Tahapan
ini terdiri dari:
a) Mengekspresikan
ide-ide ke dalam tulisan kasar
b) Pengembangan
ide masih bersifat tentatif
c) Konsentrasikan
perhatian pada ekspresi/gagasa, bukan pada aspek-aspek mekanik
5. Editing
Tidak
jarang tulisan yang menarik dan bagus dari sisi ilmiah tidak dapat dimuat
oleh redaksi. Pada gilirannya artikel menghendaki penggunaan bahasa ilmiah yang
populer. Artinya yaitu secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus
enak dibaca dan perlu. Karena itu proses pengeditan sengat membantu. Pengeditan
akan semakin menyempurnakan bahasa yang digunakan. Yang layak dicatat pada
tahap editing adalah jumlah halaman dari artikel yang ditulis. Untuk konsumsi
surat kabar, maksimum halaman berkisar antara 7-10 halaman, dengan asumsi
diketik 2spasi. Untuk konsumsi majala atau jurnal, lebih longgar, antara 15-40
halaman. Oleh karena itu menulis artikel umumnya diperlukan bahasa yang
singkat, padat, dan berisi. Kajiannya jangan terlalu ilmiah dan juga dangkal.
Pada
tahap ini yang dilakukan adalah:
a. Memperbaiki
perubahan-perubahan aspek mekanik tulisan
b. Memperbaiki
kebahasaan dan kesalahan pada aspek lain seperti huruf kapital, ejaan, struktur
kalimat, tanda baca, istilah, kosa kata dan format penulisannya.
E. Sistematika
Artikel Ilmiah Populer
Sistematika Penyajian
Kerangka isi atau sistematika
penyajian dalam artikel ilmiah populer disesuaikan dengan persyaratan atau
kelaziman (gaya selingkung) dari media massa yang akan mempublikasikan tulisan
tersebut. Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah beberapa hal terkait
dengan menulis artikel ilmiah populer secara sederhana.
Adapun cara penyajiannya meliputi; (1) Pendahuluan, (2) Inti atau
Isi, dan (3) Penutup.
Pendahuluan
Pendahuluan menguraikan hal yang dapat menarik
perhatian pembaca dan memberikan acuan terhadap permasalahan yang dibahas,
misalnya menonjolkan hal-hal kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan
permasalahan terkait dalam artikel-artikel atau naskah lain yang telah
dipublikasikan. Untuk bagian pendahuluan, setidaknya ada tujuh macam bentuk
pendahuluan yang bisa digunakan. Salah satu dari ketujuh bentuk pendahuluan
berikut ini dapat kita jadikan alternatif untuk mengawali penulisan artikel
kita.
a.
Berbentuk ringkasan, mengemukakan pokok isi
tulisan secara garis besar.
b.
Pernyataan yang menonjol, biasanya disebut
juga sebagai "pendahuluan kejutan", diikuti kalimat kekaguman untuk
membuat pembaca terpesona.
c. Pelukisan, merupakan pendahuluan yang
melukiskan suatu fakta, kejadian, atau hal untuk menggugah pembaca karena mengajak mereka
membayangkan bersama penulis apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel itu
nantinya.
d.
Anekdot, pembukaan jenis ini sering menawan
karena memberi selingan kepada nonfiksi, seolah-olah menjadi fiksi.
e.
Pertanyaan, pendahuluan ini merangsang
keingintahuan sehingga dianggap sebagai pendahuluan yang bagus.
f.
Kutipan orang lain, pendahuluan berupa kutipan
seseorang dapat langsung menyentuh rasa pembaca, sekaligus membawanya ke pokok
bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nanti.
g.
Amanat langsung, pendahuluan berbentuk amanat
langsung kepada pembaca sudah tentu akan lebih akrab karena seolah-olah tertuju
kepada perorangan.
Inti atau Isi
Bagian inti atau isi
disarankan dipecah-pecah menjadi beberapa bagian. Masing-masing dibatasi dengan
subjudul-subjudul. Selain memberi kesempatan agar pembaca beristirahat sejenak,
subjudul juga bertugas sebagai penyegar, pemberi semangat baca yang baru. Oleh
karena itu, ada baiknya subjudul tidak ditulis secara kaku. Pada bagian ini,
kita bisa membahas topik secara lebih mendalam. Uraikan persoalan yang perlu
dibahas, bandingkan dengan persoalan lain bila diperlukan.
Isi bagian ini sangat
bervariasi, berisi kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan
pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan. Kupasan yang
argumentatif, analitik, dan kritis serta sistematika yang runtut dan logis
serta berciri komparatif dan menjauhi sifat tertutup dan instruktif. Isi bagian
ini jangan terlalu panjang dan menjadi bersifat enumeratif seperti halnya
diktat atau laporan.
Penutup
Penutup biasanya berisi
tentang kesimpulan atau penegasan penulis atas masalah yang dibahas pada bagian
sebelumnya atau menampilkan segala yang telah dibahas terdahulu secara
ringkas.
Ketika hendak mengakhiri
tulisan, kita tidak harus secara tegas menuliskan subjudul berupa
"Penutup" atau "Simpulan". Penutupan artikel bisa kita
lakukan dengan menggunakan gaya berpamitan. Gaya pamit itu bisa ditandai dengan
pemarkah seperti "demikian", "jadi", "maka",
"akhirnya", dan bisa pula berupa pertanyaan yang menggugah pembaca.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Artikel
adalah karya tulis seperti misalnya laporan berita atau esai dalam majalah,
surat kabar, dsb. Ilmiah bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan memenuhi syarat
(kaidah) ilmu pengetahuan. Populer dikenal dan disukai orang banyak (umum)
sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya mudah dipahami orang banyak
disukai orang banyak. Dalam pembuatan karya ilmiah populer mencakup beberapa
komponen, seperti : Karakteristik Penulisan, Struktur Tulisan, Tahapan Menulis,
dan Sistematika penulisan.
Jadi Karya Ilmiah Populer adalah karya
tulis yang bersifat keilmuan dan dikenal serta disukai orang banyak (umum)
sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya mudah dipahami orang banyak,
disukai orang banyak. Tujuan dari penbuatan
karya ilmiah populer adalah memberikan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan
tidak hanya oleh penemuannya atau sekelompok orang, tetapi dapat dimanfaatkan
oleh umat manusia, baik manusia kini maupun manusia yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Romelta. 2012.
Teknik Menulis Artikel Ilmiah Populer
.https://romeltea.com/teknik-menulis-artikel-ilmiah-populer/ (Diakses 1
Desember 2019)
Ramdani, Sa’dan
N. 2014. Perbedaan Karya Ilmiah, Karya Ilmiah Populer, Karya Non Ilmiah. http://sa-dan.blogspot.com/2014/04/perbedaan-karya-ilmiah-karya-ilmiah.html
(Diakses 1 Desember 2019)
Lengkong, Felix.
Tulisan Ilmiah
Populer: Ilmu, Media Massa, dan Daya Tarik Kemanusiaan.https://atmajaya.ac.id/web/KontenUnit.aspx?gid=artikel-hki&ou=hki&cid=artikel-hki-tulisan-ilmiah-populer
(Diakses 1 Desember 2019)